| NO | NAMA | S(Sakit) | I(Isin) | A(Alpa) |
| 1 | ABDUL KHAIR | 4 | 1 | - |
| 2 | ABDUL HARIS | 3 | 4 | 11 |
| 3 | AGUS | 1 | 2 | 8 |
| 4 | ARJEN MALIADA | 1 | 2 | 9 |
| 5 | BELLA BELIANA | 6 | 4 | - |
| 6 | FARADILA A. BOHAM | 1 | 2 | 1 |
| 7 | FEINCE LAMANASA | 2 | 3 | 7 |
| 8 | HASRUN | 3 | 4 | 4 |
| 9 | HERLINA | 1 | 2 | 1 |
| 10 | DOLFI | 2 | 3 | 6 |
| 11 | INTAN SARI | 4 | - | 1 |
| 12 | IKA SUTRIANTI | 3 | 4 | 2 |
| 13 | JAMIL MONDIKA | 16 | 14 | 14 |
| 14 | LISKA SAPUTRI | 3 | 1 | - |
| 15 | MUH.KHATODIK | 1 | 7 | - |
| 16 | MUH. FAISAL | 2 | 2 | 4 |
| 17 | MUH. AMDUN | 1 | 5 | - |
| 18 | MASRIN | 2 | 4 | 2 |
| 19 | MIRDA BELLA | 2 | 1 | - |
| 20 | NURWAHID | 3 | 4 | 7 |
| 21 | NIRWANTO | 7 | 1 | 1 |
| 22 | NANDA OVIARY | 6 | 4 | - |
| 23 | NURLIA YAMAA | 2 | 1 | 1 |
| 24 | NELSI MOKOLOKOT | 3 | 1 | - |
| 25 | RIHDAYANTI | 1 | 1 | - |
| 26 | RAHMINATI | 2 | 4 | 1 |
| 27 | RIVALDI | 6 | 2 | 6 |
| 28 | SUHINDRA CAHYO | 2 | 5 | 11 |
| 29 | SIMRAN DALAMAN | 2 | 4 | 7 |
| 30 | SULTIANTI | 2 | 7 | 1 |
| 31 | SITI RAHMA | 7 | 1 | - |
| 32 | IRAWATI | 7 | 2 | - |
| 33 | SUKMAWATI | 6 | 7 | - |
| 34 | SISI Dg. AMIR | 8 | 4 | 9 |
| 35 | SRIKANDI PUTRI | 1 | 2 | - |
| 36 | TRISANDI | 1 | 1 | - |
| 37 | VARADILA | 2 | 1 | - |
| 38 | YULIANA | 6 | 1 | - |
| 39 | ZUMRATUL INAYAH | 10 | 15 | - |
| 40 | ALAMSYAH | 8 | 2 | 10 |
| 41 | YOGI | 6 | 3 | 9 |
| 42 | AFRIANI | 3 | 5 | - |
Sabtu, 28 Juli 2012
REKAPAN ABSENT KELAS XB SEMESTER 2
Contoh Karya ilmiah (cara laba-laba menghindar diri dari predator)
LEMBAR PENGESAHAN Judul : Cara laba-laba menghindari diri dari
predator Penyusun :
1. Devita
Saraswati
2. Nanda
oviary
3. Putri
Rizkia
4. Rofilah
Disyah
5. Wulandari
N.
6. Zumratul
Inayah
Penelitian ini telah disetujui untuk diikut sertakan
dalam lomba penelitian Ilmiah Remaja tingkat SMA Negeri 1 Banggai tahun 2012 Banggai, 29 April 2012 Pembimbing I Pembimbing II ASGAR
LAWESONGO S.Pd MURNI
S.Pd
NIP : NIP :
NIP : NIP :
1
KATA
PENGANTAR
Pertama-tama kami ingin mengucapkan puji dan sykur kepada Tuhan yang Maha Esa
yang telah mengizinkan kami sehingga karya tulis ini dapat diselesaikan. Kami
juga ingin mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami
dalam pembuatan karya tulis ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai
sebagai data dan fakta pada karya tulis ini.
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam
berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan
sangat sempurna. Begitu pula dengan karya tulis ini yang telah kami selesaikan.
Tidak semua hal dapat kami deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini.
Kami melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang kami miliki. Di mana
kami juga memiliki keterbatasan kemampuan.
Maka dari itu seperti yang telah dijelaskan bahwa kami memiliki keterbatasan
dan juga kekurangan, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang
budiman. Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu
loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis kami di masa datang. Sehingga
semoga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan
hasil yang lebih baik.
DAFTAR ISILembar
Pengesahan………………………………………………………… 1
Kata Pengantar………………………………………………………………… 2
Daftar Isi………………………………………………………………...………… 3
Abstraksi……………………………………...………………………………….. 4BAB
I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Masalah………………………………………………….. 5
1.2 Perumusan Masalah………………………………………………….…… 6
1.3 Tujuan Penulisan……………………………………………..……………. 6
1.4 Hipotesa…………………....…………………………………………………. 6
1.5 Manfaat…………....………………………………………………………….. 6
BAB
II LANDASAN TEORI………………………………………………… 7-8
BAB III METODE PENELITIAN...............................................9
3.1 Jenis Penelitian…………….……………………………………………… 9
3.2 Sumber Data…………………………………………………………… …. 9
3.3 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………… 9
3.4 Teknik Analisis Data…………………………………………………… . 9
3.1 Jenis Penelitian…………….……………………………………………… 9
3.2 Sumber Data…………………………………………………………… …. 9
3.3 Teknik Pengumpulan Data…………………………………………… 9
3.4 Teknik Analisis Data…………………………………………………… . 9
BAB
IV PEMBAHASAN4.1 pembahasan…...............................…………………………
. 10
4.2 Laba-laba menggunakan umpan untuk menhindari mangsa/predator…...........................................................
10
4.3 mamfaat jaring laba-laba ..........................................11
BAB
V PENUTUP……………………………………………..…………………. 12
BAB VI DAFTAR PUSTAKA……………………… ………………………… 13
3
ABSTRAKSI
karya tulis ini
menjelaskan tentang bagaimana seekor laba-laba menghindari diri dari
predator. Kami mengangkat topik ini,
karena topik ini belum banyak diketahui oleh orang lain. Oleh karena itu kami
berusaha untuk mengungkap masalah ini.
4
BAB
I
PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Masalah
Laba-laba,
atau disebut juga labah-labah,
adalah sejenis hewan berbuku-buku dengan dua segmen tubuh, empat
pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis
laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae;
dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau —semuanya berkaki delapan— dimasukkan
ke dalam kelas Arachnida. Bidang
studi mengenai laba-laba disebut arachnologi.
Laba-laba
merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, dengan
perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan
subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada
musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya
sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.
Tidak semua
laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi
semuanya mampu menghasilkan benang sutera --yakni helaian serat protein yang
tipis namun kuat-- dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di
bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu
pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa,
membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan
lain-lain.
5
1.2 Perumusan Masalah
1. Bagimana cara
seekor laba-laba menghindari diri dari predator ?
2.
apa mamfaat dari jaring laba-laba?
1.3 Tujuan Penulisan
tujuan penulisan
karya ilmiah ini , agar dapat mengetahui bagaimana cara laba-laba menghindari
diri dari predator , apa mamfaat dari jaring laba-laba, dan bagaimana laba-laba
membuat jaringnya.
1.4 Hipotesa
1. laba-laba
menghindari diri dari predator salah satu dengan cara, mnegeluarka jaring- jaringnya
2.
melindungi dirinya dari serangan predator & membuat sarang untuk tempat
tinggalnya .
1.5 Manfaat
Agar banyak orang
yang belum megetahui teori tersebut , dapat mengetahuinya
6
BAB II
2.1 LANDASAN TEORI
Laba-laba, atau disebut juga labah-labah,
adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat
pasang kaki, tak bersayap dan tak memiliki mulut pengunyah. Semua jenis
laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae; dan bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau —semuanya berkaki delapan— dimasukkan
ke dalam kelas Arachnida. Bidang studi mengenai laba-laba disebut arachnologi.
Laba-laba
merupakan hewan pemangsa (karnivora), bahkan kadang-kadang kanibal. Mangsa utamanya adalah serangga. Hampir semua jenis laba-laba, dengan
perkecualian sekitar 150 spesies dari suku Uloboridae dan Holarchaeidae, dan
subordo Mesothelae, mampu menginjeksikan bisa melalui sepasang taringnya kepada
musuh atau mangsanya. Meski demikian, dari puluhan ribu spesies yang ada, hanya
sekitar 200 spesies yang gigitannya dapat membahayakan manusia.
Tidak semua
laba-laba membuat jaring untuk menangkap mangsa, akan tetapi
semuanya mampu menghasilkan benang sutera --yakni helaian serat protein yang
tipis namun kuat-- dari kelenjar (disebut spinneret) yang terletak di
bagian belakang tubuhnya. Serat sutera ini amat berguna untuk membantu
pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa,
membuat kantung telur, melindungi lubang sarang, dan
lain-lain.
Bagi banyak spesies hewan, termasuk laba-laba, kawin merupakan tanda-tanda
bahwa hidup mereka akan segera berakhir. Khusus untuk laba-laba spesies
Stegodyphus, menjadi seorang ibu merupakan tindakan yang jauh lebih dari sekadar
menjaga sarang dan memberi makan anak-anaknya.
Dikutip dari Life Little Mysteries, laba-laba Stegodyphus betina menempatkan
kepompong telur di jaring laba-laba. Ia kemudian menjaga telur-telur itu sampai
bayinya menetas.
Setelah menetas, sang induk laba-laba terus mencari makan. Namun sebagian besar
makanan yang ia santap dimutnahkan kembali untuk menjadi santapan penuh nutrisi
bagi anak-anaknya saat mereka masih kecil dan tinggal di jaring laba-laba
induknya.
Hal ini dilakukan oleh induk laba-laba hingga anaknya berusia sekitar satu
bulan.
Setelah sebulan berlalu, induk laba-laba kemudian akan berbaring terlentang.
Tujuannya agar anak-anak laba-laba bisa memanjat tubuhnya lalu membunuhnya.
Anak-anak laba-laba itu kemudian memanjat tubuh lalu membunuh induknya.
Caranya, mereka menyuntikkan racun dan enzim pencernaan ke tubuh sang ibu lalu
memakannya.
7
Setelah mereka menyantap induknya, para anak-anak ini lalu berpaling ke
sesamanya untuk saling memakan. Mereka memakan sebanyak mungkin saudara mereka
sebelum meninggalkan jaring laba-laba milik almarhum ibunya itu.
Jaring laba-laba terbuat dari benang-benang kerangka penahan-beban dan
benang-benang spiral penangkap berlapiskan zat perekat yang diletakkan di
atasnya, serta benang-benang pengikat yang menyatukan kesemuanya. Benang-benang
spiral penangkap tidak sepenuhnya terikat pada benang-benang perancah. Dengan
ikatan seperti ini, makin banyak korban bergerak makin terjerat ia pada jaring.
Saat melekat ke seluruh tubuh serangga korban, benang-benang penangkap secara
berangsur-angsur kehilangan elastisitasnya, dan semakin kuat serta semakin
kaku. Karenanya, korban terperangkap dan tak dapat bergerak. Setelah itu, bagai
paket makanan hidup, mangsa yang terbungkus benang-benang perancah alot ini tak
memiliki pilihan lain kecuali menanti kedatangan laba-laba untuk melakukan
serangan terakhir.
Untuk menjadi
perangkap yang efektif, jaring laba-laba tidak cukup hanya bersifat lengket
atau terbuat dari benang-benang dengan karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya,
jaring tersebut harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat menangkap
serangga yang sedang terbang. Jika kita andaikan serangga yang tertangkap
jaring sebagai peluru kendali, maka menghentikan serangganya saja tidak lah
cukup. Mangsa yang tertangkap jaring harus dibuat tidak bergerak sehingga
laba-laba dapat mendekatinya dan menggigitnya. Menangkap peluru kendali dan
menghentikannya bukan lah pekerjaan yang mudah.
8
BAB III
3.1 METODE PENELITIAN
Pada bab 3 ini
akan dijelaskan mengenai jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data
dan teknik analisa data.
3.2 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif. Yang di maksud
dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang
ada. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang kami
dapat antara yang satu dengan yang lain. Selain itu kami juga menghubungkan
data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan. Sehingga diharapkan
penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.
3.3 Sumber data
Sumber data kami adalah dari internet
3.4 Teknik Pengumpulan Data
adapun teknik pengumpulan data kami ambil dari internet
3.5 Teknik Analisis Data
Cara kami dalam menganalisis data yang kami dapat yaitu dengan pertama-tama
memastikan bahwa semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh
dengan baik. Lalu kami mulai menghitung jumlah data, setelah itu kami
mengklasifikasikan jawaban-jawaban dari tiap pertanyaan pada angket berdasarkan
jumlah responden yang memilih. . Langkah berikutnya, sesuai dengan jenis
penelitian kami, kami menghubungkan data-data yang satu dengan yang lain dan
juga dengan landasan teori yang ada. Langkah terakhir, kami menuangkannya dalam
karya tulis ini.
9
BAB
IV
4.1 PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai bagaimana seekor laba-laba menghindari
diri dari predator..
4.2 Spider Menggunakan Umpan untuk Hindari pemangsaanBerikut ini
adalah menarik artikel BBC tentang
penelitian pada strategi kelangsungan hidup laba-laba.
Peneliti
menghipotesiskan bahwa sebuah spesies laba-laba yang menghiasi web itu dengan
bangkai mangsanya akan mendapat manfaat dari efek kamuflase, tapi ternyata
bahwa laba-laba benar-benar menerima banyak serangan dari predator lebih
dibandingkan dengan jaring undecorated. Untuk arakhnida, kecuali dekorasi web
memiliki tujuan lain saya membayangkan trik bekerja cukup lama sebelum
predator-mangsa perlombaan senjata meningkat ke tingkat berikutnya. Sekarang
sisi lain tampaknya memiliki tangan atas, saya ingin tahu untuk berapa lama
laba-laba akan terus mengarahkan energi mereka melakukan strategi sia-sia.
Laba-laba lain sedang meningkatkan permainan mereka, karena ketika para peneliti
menguji ide yang lain spesies laba-laba yang menghiasi web itu dengan replika
ukuran sebenarnya dari dirinya sendiri, mereka menemukan bahwa bahwa efek umpan
melebihi peningkatan risiko deteksi.
4.3
MAMFAAT
JARING LABA-LABA
tiga fungsi: mencegat mangsa
(persimpangan); menyerap nya momentum tanpa melanggar (berhenti), dan menjebak mangsa
dengan melibatkan atau berpegang teguh pada itu (retensi). Tidak ada desain
tunggal yang terbaik untuk semua mangsa. Sebagai contoh: jarak yang lebih lebar
dari garis akan meningkatkan luas Web dan karenanya kemampuannya untuk mencegat
mangsa, tapi mengurangi daya berhenti dan retensi; jarak dekat, tetesan lengket
yang lebih besar dan garis tebal akan meningkatkan retensi, tapi akan membuat
lebih mudah untuk mangsa potensial untuk melihat dan menghindari web, setidaknya
di siang hari. Namun tidak ada perbedaan yang konsisten antara jaring bola
dibangun untuk digunakan di siang hari dan yang dibangun untuk digunakan pada
malam hari. Bahkan tidak ada hubungan sederhana antara desain bola fitur web
dan mangsa mereka menangkap, karena setiap bola-tenun spesies mengambil
berbagai mangsa.
10
Hub dari bola jaring, di mana laba-laba mengintai, biasanya di atas pusat
sebagai laba-laba dapat bergerak ke bawah lebih cepat daripada ke atas. Jika
ada arah yang jelas di mana laba-laba dapat mundur untuk menghindari predator
sendiri, hub biasanya diimbangi menuju arah itu.
Horizontal bola jaring cukup umum, meskipun kurang efektif mencegat dan
mempertahankan mangsa dan lebih rentan terhadap kerusakan akibat hujan dan
puing jatuh. Berbagai peneliti telah menyarankan bahwa jaring horisontal
menawarkan keuntungan kompensasi, seperti: mengurangi kerentanan untuk angin
kerusakan; visibilitas berkurang ke atas mangsa terbang, karena pencahayaan
belakang dari langit; memungkinkan osilasi untuk menangkap serangga yang sedang terbang horisontal
lambat. Namun tidak ada penjelasan tunggal untuk penggunaan umum jaring bola
horisontal.
Laba-laba sering melampirkan band sutra sangat terlihat disebut dekorasi
atau stabilimenta untuk jaringnya. Penelitian lapangan menunjukkan bahwa jaring
dengan band-band lebih dekoratif menangkap mangsa lebih per jam. Namun sebuah
penelitian laboratorium menunjukkan bahwa laba-laba mengurangi pembangunan ini
dekorasi jika mereka merasakan kehadiran predator.
Ada varian yang tidak biasa beberapa bola web, banyak dari mereka
convergently berkembang, termasuk: lampiran baris ke permukaan air, mungkin
untuk menjebak serangga di dalam atau di permukaan; jaring dengan ranting
melalui pusat-pusat mereka, mungkin untuk menyembunyikan laba-laba dari
predator ; "tangga-seperti" jaring yang muncul paling efektif dalam
menangkap ngengat . Namun pentingnya banyak variasi tidak jelas.
Pada tahun 1973, Skylab 3 mengambil dua bola-web spider ke ruang untuk menguji web berputar kemampuan mereka dalam gravitasi
nol. Pada awalnya baik yang dihasilkan jaring agak ceroboh, tetapi mereka
beradaptasi dengan cepat.
11
BAB V
PENUTUP
Dalam bab ini akan dijelaskan mengenai kesimpulan dan saran.
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab IV dapat disimpulkan bahwa:
Dimasak tarantula laba-laba yang dianggap lezat di Kamboja . Dimasak tarantula laba-laba yang dianggap lezat di Kamboja ,dan oleh Piaroa India selatan Venezuela - memberikan rambut yang sangat
iritan, sistem pertahanan utama laba-laba, dikeluarkan pertama. Spider venoms mungkin menjadi alternatif yang kurang polusi
dengan konvensional pestisida karena mereka mematikan untuk serangga namun
sebagian besar tidak berbahaya bagi vertebrata . Australia spider corong web merupakan
sumber yang menjanjikan karena sebagian besar hama serangga di dunia tidak
memiliki kesempatan untuk mengembangkan setiap kekebalan terhadap racun mereka, dan saluran
spider web berkembang dengan baik di penangkaran dan mudah untuk
"susu". Dimungkinkan untuk menargetkan hama tertentu dengan rekayasa gen untuk produksi laba-laba racun ke dalam virus yang menginfeksi spesies seperti bollworms kapas . Keperluan medis mungkin bagi
venoms laba-laba sedang diselidiki, untuk pengobatan aritmia jantung , penyakit Alzheimer , stroke , dan disfungsi ereksi . Karena sutra laba-laba adalah baik ringan dan sangat kuat, upaya yang dilakukan untuk memproduksinya dalam kambing susu 'dan dalam daun tanaman, dengan cara rekayasa genetika . [93]
[94]
serat laba-laba halus transparan sutra yang digunakan oleh ahli fisika, bekerja
pada komunikasi optik, untuk memperkenalkan pola difraksi menit lebih
menyebarkan N-celah sinyal interferometric .
12
BAB VI
DAFTAR PUSTAKA
http//wikipediaindonesia//laba-laba.com
13
Manfaat
bagi manusia
Langganan:
Komentar (Atom)