PARU-PARU KIRI
Kamu pernah
ngerasain nggak ? di saat kamu kehilangan senyuman seseorang yang paling kamu
sayang ? saat kamu merasa kehilangan seorang yang sangat berarti buat hidup
kamu ? saat kamu merasa bahwa tanpa dia hidup kau nggak ada apa-apanya ?
padahal orang itu ada di dekat kamu . Tapi kamu nggak pernah merasa hangat
pelukannya , senyumannya , atau sifat bijaknya lagi. Itu yang kurasakan
sekarang , KEHILANGAN .
“Kirana . .
. Banguun “ suara mama seakan terompet toa yang ada di mesjid-mesjid itu. “iya
nih ma , udah bangun.” Kataku tapi masih dengan mata yang tertutup. Ku lihat
jam weker ku yang sudah menunjukan jam 07.30 wita . “ya ampun mampus gue.” Kataku bangun dan langsung
mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandiku .
Aku kirana
, aku sekolah di sekolah di salah satu sekolah terfaforit di daerahku. Kata
teman-temanku sih , aku orangnya cantik, baik dan agak sdkit cerewet. Tapi
emang bener juga. Aku punya seorang sahabat , namanya Cinta. Cinta tuh orangnya
cantik , baik dan agak sedkit pendiam. Makannya sampai sekarang tuh aku heran
sama dia. Kok masih mau berteman sama cewek cerewet kayak aku .
Yah
kebiasaan siswa SMA kalau nggak ada guru . 1. Gosip ria , 2. Pacaran , 3. Tidur
sampai ngiler . Itu semua yang sering kulakukan saat jam pelajaran kelasku
kosong , eitts tapi yang nomor 2 tuh nggak pernah yah . “Ran loh tau nggak cowo
yang sering bawa motor matic itu ?” tanya Cinta padaku . “Yang mana ?” tanyaku
lagi padanya . “ada tuuh yang sering lewat di depan sekolah kita kalau udah mau
menjelang bel apel .” jawab cinta “cinta ... orang yang bawaaaa (kring ....
kring ... kring) ... ! “belum ku meneruskan percakapanku dengan cinta , Hpku
berdering . “mama ?” tanya dalam hatiku heran . “hallo , iyya mah kenapa ? “
tanyaku pada mama . “Ran jangan kaget yah . “ jawab mama . “iyah mah , ah mama
penasarin kiran aja .” kataku .”papa masuk rumah sakit Ran .” kata mama dengan
sedikit terdengar menangis . “haa ? papa sakit apa mah ?” jawabku kaget . “ntar
aja mama cerita , kamu ke rumah sakit aja skrang , nanti pamit izin aja sama
ketua kelas kamu .” jawab mama. “oh iya udah,
“kiran kesana skrang .” kataku .
Sesudah
pamit izin ke ketua kelasku , langsung saja aku ngebut motorku ke rumah sakit
yang papa masuki. Di perjalanan , aku udah nggak konsen lagi bawa motornya
karena air mataku yang nggak berhenti-berhenti menetes . setiba disana aku
langsung pergi ke UGD . terlihat mama , dan papa yang terbaring pucat di
kasur. Yang bikin aku langsung nangis ,
saat aku lihat papa udah gunaiin oksigen . “papa , papa sakit apa? Papa nggak
apa-apa kan ? “ tanyaku pada papa dengan air mata yang semakin deras . “nggak
sayang , papa ngaak kenapa-kenpa , hanya kecapean aja . “ jawab papaku masih
dengan kata halus lembut ,tapi disitu terdengar kalu papa menyembunyikan perasaan
sakitnya . padahal aku tahu kalau papa di diagnosa terkena TBC , dan paru-paru
kira papa udah mati , atau nggak berfungsi lagi .
Sudah dua
hari papa dirawat di rumah sakit itu ,banyak yang menjenguk papa . aku pun
sering menginap di situ . “pah , besok aku nggak usah sekolah yah !! aku mau
jagaiin papa .” kataku manja pada papa . “iyah sayank , nggak usah
pergi-kemana-man, kamu disini aja jagain papa dan temenin mama . “ jawab papaku .” OKE pah.”
Kataku .
Pagi
harinya matahari di rumah sakit itu sangat cerah , secerah senyuman papa pada
saat itu. “kiran anak papa , bangun sayang udah pagi. Papa yang sakit aja udah
bangun. “ kata papa yang masih samar-samar di telingaku . “mmmm .... iyah pah ,
udah bangun nih.” Kataku manja . pagi itu , aku, mama dan papa bercanda,
tertawa dan menceritakan hal-hal yang menarik. “ran kalau kamu nikah , papa
yang harus milih calon suami kamu .” kata papa membuka topik baru .” ih papa ,
apaan sih ? skrang tuh bukan zamannya siti nurbaya yang jodohin-jodohin gitu .
hahahah.” Kataku . “nggak pokonya papa yang milih, papa yang nikahin. Papa
nggak mau yah ngebiarin anak semata wayang papa di ambil orang yang nggak bener
.” kata papa lagi . “iyah papa , J” kataku dengan senyum-senyum marah.
Semua perbincangan itu terasa cepat hingga ahkirnya waktu menunjukan pukul
10.15 . “maah , papa udah nggak tahan . “ kata papa yang nafasnya naik turun
nggak menentu . “kiran panggil suster .” kata mamaku dengan panik . “iyah ma.”
Kataku sambil lari beregas memanggil suster. “sus suster , tolongin papa. “
kataku dengan panik . “iyah dek .” kata suster sambil mengambil tabung oksigen.
Setiba di ruangan papa , semua udah terlambat . papa udah nggak ada , papa udah
meninggal . “papaaaaaaa ... “ kataku sambil berlari memeluk papa . “pah , papa
bangun , papaaaaa , papa nggak mungkinkan ninggalin kiran ? papa pasti bercanda
! papaaaaa ...
“aaaahhh
...” terbangun dari mimpiku . “aah ternyata cuman mimpi aja . (kring... kring..
kring..) . “hah mama ? “ aku berfikir dengan mimpiku barusan . “hmm mudah-mudahan
nggak ada kabar buruk . halo mah , kenapa ?” tanya kuh. “halo sayank udah
bangun yah ? iyah nih mama cuman ngasih tau , kalo besok mama, papa sama
tante-tante kamu , udah mau pulang ke banggai .” kata mamaku . “ah yang bener
mah ? trus papa gimana ? udah baikan kan ?” tanyaku gembira . “iyah sayank papa
udah agak baikan.”jawab mamaku. “yees , ya udah ma , kiran mau mandi dulu yah ,
telat nie.” Kataku .” iyah sayang.”kata mamaku .
Hari-hari
berlalu , ada perasaan sedih menghantuiku . papa sekrang beda dengan yang dulu
, papa sering banyak diam , papa sering banyak di kamar . papa udah nggak pernah manjaiin aku lagi
.serta body papa yang semakin kurus , hanya tulang yang terbungkus kulit .
Malam itu
aku shalat tahajud di kamar dan dalam doaku aku menangis . “ kiran sayang sama papa , kiran pengen papa
cepat sembuh , kiran pengen papa seperti dulu , yang sering marahin kiran saat
kiran pulang malem, sering manjain kiran , saat kiran nggak tahu diri pakai
motor , saat kiran nggak sholat , kiran rindu papa yang dulu , kiran pengen
seperti yang dulu . kiran udah nggak pernah liat senyum papa lagi , papa lebih
banyak diam kiran pengen donorin
paru-paru kiri kiran buat papa .” tanpa kusadari papa yang sedari tadi
dibelakangku ikut menangis mendengar doaku . “hmm papa belum tidur ? tanyaku
sambil mengusap air mataku . tanpa menjawab pertanyanku , papa langsung pergi
memeluk diriku . terasa sekali kurusnya papa , pernafasannya yang sudah sangat
pelan . dengan suara menangis dan pelan papa berkata “ papa masih seperti yang
dulu sayang , papa hanya butuh waktu untuk sembuh , papa cuman mau kamu sekolah
baik-baik , kejar cita-cita kamu , jangan lupa sholat . mungkin papa udah nggak bisa sekolahin kamu
dengan sekolah yang tinggi . papa udah nggak bisa apa-apa lagi . tapi asal kamu
tau , kasih sayang papa nggak pernah bekurang sama kamu . kamu masih menjadi
paru-paru kiri bagi kehidupan papa . papa sayang sama kamu .